06 Agustus 2009

puisi

LULUS
Bertahun–tahun aku menunggu
Dengan harap–harap cemas
Bisakah aku meraih harapanku
Siang dan malam memeras otak
Giat belajar tak pernah henti

Tibalah detik–detik ujian menanti
Dengan tenang jari–jemariku mulai mengisi
Detik demi detik, hari demi hari
Akhirnya tibalah. Saat–saat yang kutunggu
Kubuka amplop tertutup dan kubaca
Alhamdullillah aku lulus
Senang selalu hatiku


KECEWA
Beribu harapan darimu
Semua janji – janji manismu
Ternyata semua palsu
Sedih hati ini bagai disayat sembilu
Mana janjimu, semuanya palsu
Oh …….. betapa teganya kau menyakiti hatiku
Hatiku sakit, hatiku luka, hatiku pedih
Semoga cukup aku saja yang kau sakiti
Jangan mencari mangsa yang lain



PERINGATAN UNTUK KAMI

Ya Allah
Begitu banyak peristiwa–peristiwa
Yang terjadi di negeri kami
Dan peristiwa itu sangat memilukan
Situ Gintung . . . .
Setelah kau tumpahkan air bah
Dan menelan banyak korban
Kini . . .
Peristiwa tragis itu terulang kembali
Pesawat Herkules terjatuh
Ya Allah
Apakah ini peringatan untuk kami
Atau hukuman
Begitu banyak manusia–manusia
Yang Engkau ambil kembali
Ya Allah
Ampuni segala dosa–dosa kami
Segala kesombongan kami
Ampuni dosa–dosa orang yang telah mendahului kami
Dan berilah ketabahan pada orang–orang yang ditinggalkan
Amien . . .




KETIKA CINTA BERSYUKUR
Butiran air mata takkan cukup tertuang
Dalam lembaran hidup manusia
Segala bentuk dan rasa
Menjadi bumbu hidup yang nikmat
Ketika mata menatap dunia
Ketika hidup menghirup kasih saying
Ketika cinta merasuki relung jiwa
Tak ada yang abadi
Hanya ungkapan syukur yang berlimpah
Menemani sisa hidup untuk sejatinya
Tangan menadahkan sejuta harapan
Untuk bisa berjalan pada sejuta kenikmatan
Ikhlas dan tawakkal
Adalah bekal yang selalu berpegang pada kita
Berjanjilah bahwa takkan habis sudah
Ketika cinta mensyukuri karunia-Nya


H I D U P
Hidup
Bahagia, senang, sedih, gembira
Itulah hidup . . .
Tapi kenapa terkadang kita lupa
Pada Nya !!!
Namun waktu terus berjalan
Seakan kita tidak bisa mengulang
Menghentikan jarum jam ini
Yang terus dan terus . . . . berputar
Yang kita tetap, dan terus berjuang
Dan memperjuangkan hidup ini .. . .. .
Menjadi lebih berarti lagi
Bagi hidup kita sendiri
Kita berpijak di atas bumi ini
Dan tetap bertahan sampai saat ini
Hanya karena kemurahan, keikhlasan, kebaikan Sang Pencipta


L A R A
Duka dan lara
Adlah satu kata
Yang tak terpisah
Dalam anugrah Cinta
Lara dan nestapa
Itu yang dirasa baginya
Yang putus cinta
Nestapa dan air mata
Selalu melanda baginya
Mereka yang merasa dunia ini hampa




T A N YA
Apa aku tak pantas untuk di cinta
Apa aku tak pantas untuk tertawa
Apa aku tak pantas untuk mengenal asmara
Kenapa?
Kenapa?
Kenapa?
Kenapa?
Kenapa asmara yang kurasa
Selalu berakhir dengan air mata
Kenapa! Kenapa ! Oh Kenapa!
Kenapa selalu berakhir dengan Tanya
Ya . . . . Tuhan lindungilah hambamu
Dalam hidupku yang penuh dengan nestapa
Untuk menerangi jiwa ragaku
Yang sedang dilanda asmara

1 komentar: